Jumat, 01 April 2011

MANFAAT MINUM AIR PUTIH



Kira-kira 80% tubuh manusia terdiri dari air. Malah ada beberapa bagian tubuh kita yang memiliki kadar air di atas 80%. Dua organ paling penting dengan kadar air di atas 80% adalah : Otak dan Darah. Otak memiliki komponen air sebanyak 90%, sementara darah memiliki komponen air 95%. Jatah minum manusia normal sedikitnya adalah 2 liter sehari atau 8 gelas sehari. Jumlah di atas harus ditambah bila anda seorang perokok. Air sebanyak itu diperlukan untuk mengganti cairan yang keluar dari tubuh kita lewat air seni, keringat, pernapasan, dan sekresi. 

Apa yang terjadi bila kita mengkonsumsi kurang dari 2 liter sehari? Tentu tubuh akan menyeimbangkan diri. Caranya? Dengan jalan "menyedot" air dari komponen tubuh sendiri. Apa disedot dari otak? Wuiih! Belum sampai segitunya kali, bayangkan jika otak kering, gimana jadinya dunk!!? Melainkan disedot dari sumber terdekat, yaitu darah. 

Darah yang disedot airnya akan menjadi kental. Akibat pengentalan darah ini, maka perjalanannya akan kurang lancar ketimbang darah yang encer. Saat melewati ginjal (tempat menyaring racun dari darah), ginjal akan bekerja extra keras menyaring darah. Dan karena saringan dalam ginjal halus, tidak jarang darah yang kental bisa menyebabkan perobekan pada glomerulus ginjal. Akibatnya, air seni anda berwarna kemerahan, tanda mulai bocornya saringan ginjal. Bila dibiarkan terus menerus, anda mungkin suatu saat nanti harus menghabiskan 400.000 rupiah ato lebih per-minggunya untuk cuci darah. 

Eh, tadi saya sudah bicara tentang otak 'kan ya? Nah saat darah kental mengalir lewat otak, perjalanannya agak terhambat. Otak tidak lagi "encer", dan karena sel-sel otak adalah yang paling boros mengkonsumsi makanan dan oksigen, lambatnya aliran darah ini bisa menyebabkan sel-sel otak cepat mati atau tidak berfungsi sebagaimana mestinya (ya wajarlah namanya juga kurang makan...) Bila ini ditambah dengan penyakit jantung (yang juga kerjanya tambah berat bila darah mengental...), maka serangan stroke bisa lebih cepat datang.

Sekarang tinggal anda pilih : melakukan "investasi" dengan minum sedikitnya 8 gelas sehari – atau "membayar bunga" lewat sakit ginjal atau stroke. Anda yang pilih!

I BELIEVE THAT...


I believe-
that our background and circumstances may have influenced who we are, but we are responsible for who we become.


I believe-
that no matter how good a friend is, they're going to hurt you every once
in a while and you must forgive them for that.

I believe-
that just because someone doesn't love you the way you want them to
doesn't mean they don't love you with all they have.


I believe- 
that true friendship continues to grow, even over the longest distance. Same goes for true love.

I believe- 
that it's taking me a long time to become the person I want to be.

I believe- 
that you should always leave loved ones with loving words. It may be the last time you see them.


I believe- 
that you can keep going, long after you can't.


I believe-
that we are responsible for what we do, no matter how we feel.



I believe- 
that either you control your attitude or it controls you.

I believe- 
that heroes are the people who do what has to be done when it needs to be done, regardless of the consequences.


I believe- 
that money is a lousy way of keeping score.

I believe- 
that my best friend and I can do anything or nothing and have the best time.


I believe- 
that sometimes the people you expect to kick you when you're down, will be the ones to help you get back up.


I believe- 
that sometimes when I'm angry I have the right to be angry, but that doesn't give me the right to be cruel.


I believe- 
that maturity has more to do with what types of experiences you've had and what you've learned from them and less to do with how many birthdays you've celebrated.


I believe- 
that it isn't always enough to be forgiven by others. Sometimes you have to learn to forgive yourself.

I believe- 
that no matter how bad your heart is broken the world doesn't stop for your grief.


I believe- 
that just because two people argue, it doesn't mean they don't love each other. And just because they don't argue, it doesn't mean they do.

I believe- 
that you shouldn't be so eager to find out a secret. It could change your life forever. 


I believe- 
that two people can look at the exact same thing and see something totally different.


I believe- 
that your life can be changed in a matter of hours by people who don't even know you.

I believe- 
that even when you think you have no more to give, when a friend cries out to you you will find the strength to help.

I believe- 
that credentials on the wall do not make you a decent human being.

I believe- 
that the people you care about most in life are taken from you too soon.

Send this to the people YOU BELIEVE in. I just did! ^_^

Rabu, 02 Maret 2011

CATATAN LEBARAN ALA BLITAR




Lebaran kali ini sungguh banyak makna yang bisa dijadikan sebagai bahan pelajaran untuk ke depannya. Terutama di kota Blitar ini. Berikut laporannya : 



1. Setengah jam sebelum sholat Ied di alun-alun kota Blitar. Sepanjang perjalanan ke sana, aku melihat di pinggir trotoar banyak sekali terdapat pengemis berjejer, menanti uluran uang koin ato sekedarnya dari para masyarakat Blitar yang datang berduyun-duyun untuk sholat Ied di alun-alun. Seperti sudah direncanakan mereka berjejer seperti itu karena aku memang melihat ada koordinator yang mengaturnya. Miris juga ya. Idul Fitri memang setiap tahunnya dijadikan sebagai ajang yang paling laris bagi mereka untuk meminta-minta. 

2. Memasuki alun-alun sebelah timur, sudah banyak masyarakat yang mendirikan shaf di depan. Tapi sayangnya ada yang terlewat dari pengawasan panitia, shaf bagian belakang, antara pria dan wanita tercampur baur. Biasanya yang ada di situ adalah satu keluarga yang tidak mau dipisahkan. Aku bertanya kenapa tidak di depan saja, salah seorang menjawab biar tidak repot nanti kalo pulang, gampang menemukan suami/istri dan anak saya. Wah, geleng-geleng kepala nih. Sebenarnya panitia sudah mengingatkan tapi hanya lewat pengeras suara saja, tidak terjun langsung ke lapangan. Aku jadi teringat ketika i'tikaf di masjid Abu Bakar Dieng Malang, ketika selepas sholat subuh Ustad Abu Haidar berceramah tengtang adab-adab sholat, terutama shaf sholat. Dulu jamannya Nabi ada petugas yang khusus merapikan shaf sholat. Kalo saja pas sholat Idul Fitri juga begitu, alangkah bagusnya ya. 

3. Aku sudah menggelar sajadah di shaf paling depan alun-alun, tepat pula di depan masjid Agung. Ketika itulah aku melihat sepasukan pengedar kotak amal. Biasanya mereka adalah remaja-remaja SLTP antara kelas 1 sampai 3. He he he... Jadi teringat ketika aku juga masih SLTP, aku pun melakukan hal yang sama seperti yang mereka lakukan, mengedarkan kotak amal. Setelahnya aku hanya diberi upah 2000 rupiah saja, sedikit sekali memang, tapi pengalamannya luar biasa. Berjalan di tengah-tengah shaf, menawarkan apakah ada yang mau menyumbang ato tidak, kadang diusir juga karena sudah mengganggu kerapian shaf. Ada pula temanku yang ngotot minta sumbangan sampai menimbulkan keributan dengan ibu-ibu. He he he... Lucu juga! 

4. Pulangnya aku mengambil arah jalan yang berbeda. Nah sepanjang perjalanan dari alun-alun sampai Bank BNI Blitar, aku melihat banyak sekali koran-koran bertebaran di jalan. Hmm... Inilah rejeki untuk para pengumpul koran bekas. Mereka giat dan senang sekali mengumpulkan beratus-ratus lembar koran yang berserakan di alun-alun dan jalan-jalan. Sebelumnya pun ada juga penjual asongan yang nekat berjualan di dalam alun-alun, melewati shaf-shaf yang sudah rapi. Begitu tetap saja ada yang membeli. Dasar manusia! He he he... 

5. Nah kalo sudah pulang ke rumah ini yang merepotkan. Belum sejenak beristirahat, sodara-sodara datang! Bejibun! Wuih! Orang Jawa memang seperti itu, tetangga sendiri pun juga dianggap seperti saudara. Ini dia kebiasaan dalam keluargaku, terutama nenek, setiap kali lebaran beliau suka sekali memasak soto ayam kemudian diberikan kepada tamu-tamu yang bersilaturahim. Lumayan, dapat pahala memberikan makan orang di Syawal pertama. Wah di lain hal, gak dapet angpaw lagi karena dianggap sudah dewasa ha ha ha! Menggelikan! 

6. Kalo tamu-tamu lebaran yang datang ke rumah sudah berkurang, di lebaran kedua-lah aku bersama keluargaku mengunjungi keluarga ayahku yang buanyak sekali! SATU DESA!!! Subhanallah, sebenarnya enak juga punya sodara banyak, silaturahim terus, gak terhingga, jadi panjang umur, awet muda he he he! 

Sebenarnya masih banyak sekali cerita yang lain. Tapi akan episod-episod selanjutnya yang menyenangkan! SELAMAT IDUL FITRI 1430 H, Mohon Maaf Lahir Batin buat siapapun yang membacanya. Taqobbalallahu Minna wa Minkum, Taqobbal ya Kariiim... (^_^)v

THE FAKER FACEBOOKERS




Hmm.. Aku tidak tahu istilah yang aku buat untuk judul di atas secara grammar in english sudah benar atau belum.. Yeah, intinya aku sangat merasa harus menulis artikel ini. Tentang fenomena yang terjadi di dunia maya facebook. Jejaring sosial internet yang paling banyak digunakan oleh berbagai penduduk di dunia. Sementara ketika beberapa bulan yang lalu kita semua sudah mendengar dan melihat berita mengenai penculikan gara-gara setelah berkenalan di facebook, bisnis prostitusi, dan yang semacamnya ... Kali ini fenomena lain yang muncul adalah para faker di facebook. Bingung maksudnya apa? Mari kita bahas! 



The faker facebookers, istilah ini aku temukan beberapa minggu yang lalu di beberapa account member-friendlist punya-ku. Banyak sekali ditemukan account-account palsu yang menyerupai celebritis papan atas dunia. Tapi karena kebanyakan artis jepang dan orang jepang yang aku add, alhasil yang ku temukan adalah faker-faker dari artis jepang itu sendiri. Mereka membuat account dengan email mereka sendiri, bahkan ada juga yang membuat account palsu dengan bajakan software tertentu. Of course, pekerjaan membuat account palsu ini dilakukan oleh hacker, atau cracker yang memang ingin merusak tatanan dunia maya. Nah! Yang aku perhatikan dari masalah ini adalah mereka tidak membuat account facebook-nya dengan isi profil mereka sendiri alias data diri palsu. Seperti yang ku temukan dalam kasus artis jepang terbitan Johnny's Entertainment, Kamenashi Kazuya. Dari hasil pantauan-ku, si Kame ini mengaku dirinya adalah Kame yang asli. Tapi dia sangat tidak bisa berbahasa inggris dengan baik. Hey! Artis JE gak mungkin segoblok itu. Kebetulan aku memiliki seorang teman penggemar Kame. Dia merasa sangat ditipu oleh si Kame palsu ini karena gambar-gambar Kame editannya sendiri "dicuri" oleh si Kame palsu. Hmm.. Lumayan heboh juga kasus Kame palsu untuk beberapa minggu ini. 



Aku sendiri saja heran, buat apa dia melakukan hal itu? Hanya untuk mencari sensasi saja? Tapi aku melihat kembali pada diriku sendiri. Aku hanya memakai nama panggilan Emse dan nama pertama seorang hacker di Dorama Jepang - Bloody Monday, Fujimaru. Aku memakai account asli dari emailku sendiri. Aku mengisi biodata profil dengan kondisiku saat ini. Aku memposting dengan segala sesuatu yang ku pikirkan dan ku rasakan sendiri. Hmm.. Aku rasa tidak ada yang palsu. Lalu kenapa para faker itu membuat account dan profil palsu seolah-olah mereka adalah artis yang sebenarnya? 

Inilah masalah sosial dan psikologis yang diderita kebanyakan orang jaman sekarang. Bahkan termasuk aku sendiri, tapi aku cukup jujur untuk tidak membuat account palsu. Teringat kata-kata seorang teman ikhwan, anak-anak muda jaman sekarang lebih suka menghabiskan waktunya di depan komputer berjam-jam hanya untuk berinternet ria, ato melakukan kontak dan aktivitas dengan dunia maya dengan cara yang sangat tidak positif. Semua dilakukan dalam porsi yang melebihi batas kewajaran, sehingga kebanyakan melupakan kewajibannya terhadap pekerjaan, rumah, suami/istri, anak-anak, bahkan ibadah mereka sendiri. Proses ini juga menyebabkan kepekaan dan kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat di sekitarnya menjadi terabaikan. 

(Zziiiiigg! Perkataan dari teman ikhwan tersebut benar-benar sangat membuatku merana. Betapa sangat mengena untuk kondisi-ku saat ini. Terima kasih kawan, sudah mengingatkan kembali.) 
Itu dari sisi sosial, lalu bagaimana dari sisi psikologis? Ketergantungan pada dunia maya yang mendalam, mengakibatkan terkikisnya kejujuran dan kepercayaan diri yang terlalu berlebihan. Kenapa harus menjadi faker di dunia maya? Kenapa tidak menjadi diri sendiri saja? Apa merasa malu menjadi diri sendiri? Pertanyaan-pertanyaan tersebut mungkin saja menyisakan berbagai macam jawaban. Semua yang menjadi faker punya alasan tertentu untuk melakukannya. Dan aku tidak tahu pasti. Semoga saja mereka punya alasan yang bagus. 

Nah! Para faker yang terhormat, berbanggalah pada diri kalian sendiri, jangan memalsukan profil, karena kalian akan kehilangan jati diri dan potensi positif yang dimiliki ... (^_^)v

Selasa, 01 Maret 2011

JANGAN MEREMEHKAN HAL-HAL KECIL



-New Quantum Tarbiyah-




"Yang besar bukanlah dimulai dari yang besar, namun dimulai oleh hal-hal kecil yang dilakukan dengan kesungguhan dan cinta. Cinta itulah ruh perubahan, cinta itulah yang menghilangkan segala rasa sakit." 

Sering kali hal-hal yang dianggap kecil berakibat penyesalan besar bila diremehkan. Seperti kisah seorang anak kecil berlari dengan tergesa-gesa menuju ibunya lalu berkata, "Bu, apa nama lubang yang ada di depan rumah kita?" 

Ibunya menjawab, "Ibu sedang sibuk masak. Pergilah ke ayahmu!" 

Anak itu pun berlari menuju ayahnya dan menanyakan hal serupa, "Ayah, apa nama lubang di depan rumah kita?" 

Ayahnya menjawab, "Ayah sedang membaca koran. Pergilah ke kakakmu!" 

Kemudian anak itu berlari ke arah kakaknya dan menanyakan hal serupa, "Kak, apa nama lubang di depan rumah kita?" 

Sang kakak menjawab, "Namanya sumur." 

Anak kecil itu lalu berkata, "Kak, cepatlah pergi ke lubang itu. Adik kita jatuh ke dalam lubang itu, Kak!" 

Lalu bagaimana dengan kita? Apa masih suka meremehkan hal-hal yang kecil? Seperti yang dikatakan seorang teman baik saya, "Suatu perbuatan buruk yang berdosa besar bisa dihindari manusia, karena dosa tersebut kelihatan. Tapi kalo perbuatan buruk yang berdosa kecil, itu yang paling susah diketahui dan dihindari oleh manusia lantaran tidak kelihatan. Kenapa bisa begitu? Manusia adalah makhluk yang banyak lupa-nya, sering meremehkan hal-hal kecil, daya penglihatan terbatas karena tidak ditunjang dengan akal, pendengaran, dan hatinya untuk merasa."

Benar juga kawan, yang kecil-kecil itu tidak terlihat dan terasa, jadi gampang teralihkan. Masalah sepele memang tidak boleh diremehkan begitu saja, tapi juga tidak perlu dibesar-besarkan agar tidak menjadi bencana antar sesama manusia. 

[Generasi Manusia Indigo]
^_^

DULUAN MANA ANTARA CINTA DAN PENGORBANAN?

-Republik Genthonesia by Mbah Dipo-

 

Ini agak susah. Kebanyakan menganut paham cinta dulu baru mau berkorban. Tapi kalo mau sedikit berpikir dan merenung, sebenarnya yang bener adalah sebaliknya.

Satu misal, sampeyan nabung duit susah payah buat beli sepatu baru. Tiap hari nahan seneng, biar duit cepet kumpul. Kalo yang lain puasa senen-kemis, sampeyan malah makannya yang senen-kemis. Sampe akhirnya bisa beli sepatu kinclong bermerek. Lha kok pas mampir sholat, sepatu sampeyan bablas angine digondol maling, tentu bisa dibayangkan betapa sangat kecewanya sampeyan ini, karena sudah berkorban banyak buat sepatu itu.

Perasaan itu tak akan sama jika sepatu tersebut didapat dari hadiah karena beli HP. Hilang pun tak begitu kecewa, karena pengorbanan buat sepatu tersebut kurang.

Maka jika suatu rumah tangga dibangun dengan sama-sama berkorban baik suami maupun istri, maka semakin tua usia pernikahannya, sang suami akan makin cinta pada istri dan demikian juga sebaliknya. Meskipun sudah sama-sama peyot dan peyok. Tadinya ireng manis, begitu tuwek, ilang manisnya tinggal irengnya.

Nabi Ibrahim A.S. digelari Khalilullah alias Kekasih Allah, setelah beliau banyak melakukan pengorbanan demi menjalankan perintah Allah SWT. Kasih dan cinta datang seiring dengan banyaknya pengorbanan. Maka cinta pada pandangan pertama adalah tipuan. Lebih tepat adalah ketertarikan pada pandangan pertama. Kalo cinta belum.
Lha kalo baru ketemu gabrus lalu menyatakan cinta, genah gombal mukiyo. Tentu saja ngomong cinta, lha wong yang ditemui denok deblong kinyis-kinyis. Coba kalo yang ditemui model Limbuk Cangik (tokoh perempuan dalam pewayangan yang digambarkan mempunyai wajah jelek). Rumah tangga yang dibangun hanya karena ketertarikan pada kecantikan, penampilan luar, paras molek, putih, maka tak akan berumur lama. Dia hanya akan berumur selama rasa bosan belum datang, atau selama belum ada yang lebih molek dan lebih menarik hati.
Monggo sak kersane ngomel-ngomel alias komen, buat yang pernah jatuh cinta pada pandangan pertama, termasuk saya. He he he~ Piss dah! (^_^)v

Rabu, 01 September 2010

12 Kebiasaan Produktif Yang Dianjurkan




Oleh Ust. M. Anis Matta, Lc


1.     Sediakan lebih banyak waktu untuk membaca dan sediakanlah waktu untuk memikirkan dan mengendapkan bacaan Anda.
Setiap kali Anda selesai membaca, itu berarti Anda telah menyerap suatu informasi dan akan meningkat ke tahap selanjutnya yaitu seleksi. Karena itu sisakanlah waktu 15 menit untuk memikirkan kembali apa yang barusan Anda baca dan endapkan.
2.     Luangkan waktu selama 20 menit dalam sehari untuk menyendiri dan merenung.
Waktu paling tepat untuk merenung adalah sebelum subuh. Duduklah dengan rileks supaya nafas Anda keluar secara teratur. Pejamkan mata. Aturlah nafas secara teratur. Tarik nafas dari hidung dan keluarkan melalui mulut. Ikuti pernapasan itu dengan pikiran Anda. Mulailah merenung; merenung tentang apa saja, tidak perlu ditentukan 'judulnya'. Efek dari kebiasaan ini adalah Anda akan terbiasa melakukan pemikiran vertikal; berpikir ke atas. Selain itu, kebiasaan tersebut juga akan meluaskan dan melegakan perasaan Anda, serta ketenangan yang luar biasa.
3.     Pertahankan stamina spiritual Anda melalui ibadah mahdhah yang rutin
Dengan melaksanakan ibadah mahdhah secara rutin, maka Anda akan memilki nuansa spiritual sebagai kekuatan untuk mengontrol gerak pikiran dan gerak emosi.
4.     Jagalah kondisi fisik Anda
Menjaga kondisi fisik melalui :
a. Makan secara teratur dan bergizi.
b. Istirahat yang cukup.
c. Olahraga ringan yang rutin.
5.     Tingkatkan apresiasi Anda melalui seni dan alam
Terkadang hidup akan terasa kering jika kita tidak punya rasa seni yang baik. Selain itu, menikmati seni dan alam juga dapat meningkatkan sifat humoris kita.
6.     Buatlah rencana perjalanan wisata
Jalan-jalanlah di muka bumi dan makanlah rizki dari Tuhanmu. Semakin banyak yang kita lihat semakin banyak pula yang dapat kita banding-bandingkan.
7.     Luaskanlah wilayah pergaulan Anda
Salah satu ciri orang dewasa ialah dapat bergaul dengan banyak orang. Sedangkan ciri remaja ialah hanya dapat bergaul dengan sekelompok orang yang sangat terbatas yang biasanya disebut dengan peers group.
8.     Tingkatkan kontrol terhadap pikiran-pikiran yang memenuhi benak Anda
Pikiran-pikiran yang muncul dalam benak kita harus dikontrol secara ketat. Sebab, pikiran itulah yang mempengaruhi suasana jiwa; pikiran-pikiran akan melahirkan tindakan.
9.     Biasakanlah mencatat gagasan secara teratur
Suatu ide atau gagasan memerlukan proses pematangan. Dengan mencatat, berarti Anda telah melakukan proses pematangan. Mencatat gagasan yang muncul dalam benak kita perlu dilakukan karena proses pematangan suatu gagasan tidak terjadi sekaligus.
10.  Biasakanlah lebih banyak diam dan mendengar daripada bicara
Pada umumnya orang yang banyak bicara adalah orang yang lemah kepribadiannya. Ciri orang intelek menurut Islam yang disebutkan Al Qur'an adalah Alladziina yastami'uunalqaul; orang yang mendengarkan perkataan orang lain, fayattabiuuna ahsanah; dan mengikuti yang baik dari perkataan itu. Yaitu orang yang mau mendengarkan dan menganalisa.
11. Kontrol emosi agar tetap tenang, tidak mudah terpengaruh sanjungan dan kritikan
Biasakan agar ekspresi emosi Anda tidak mudah terlihat melalui wajah, apalagi melalui ucapan atau tangan.
12. Lakukan latihan pernafasan secara teratur
Tarik nafas melalui hidung, keluarkan melalui mulut; tarik nafas dalam-dalam melalui hidung, kemudian turunkan ke dada terus ke perut, naik kembali ke dada, turun lagi ke perut. Itu sudah cukup, asalkan rutin. Yang kita butuhkan di sini bukan tenaga dalamnya, tetapi keseimbangan peredaran darah dan kebugaran internal.

Rabu, 04 Agustus 2010

My Childish Heart Feeling


Segala sesuatu yang salah pasti akan terkuak juga … I believe so, tapi aku tidak tahu kenapa hal tersebut bisa terjadi, kenapa hukum itu bisa berlaku? Kenapa yang salah selalu diperlihatkan, sedangkan yang benar selalu disembunyikan? Doushite? Nande? How was the process happened? How did it work?

Seperti sama dengan kesalahan yang aku perbuat, ternyata bisa terkuak juga. Karenanya, jangan pernah berbuat salah, kalau tidak mau disalahkan. Tapi kesalahan itu sudah terjadi, bagaimana bisa aku menghindar? Bad situation right?! Ne? Darou? Nyaa~ … Fusaken jane yo! Muak aku dengan semua ini. Salah – salah – salah … Kenapa kita harus mencari-cari kesalahan orang lain? Walaupun kau tahu hal itu memang salah! Kenapa kita harus menguak dan menyebarkannya pada orang lain? Ini masalah klasik yang selalu terjadi di sekitar kita. Masalah yang selalu terjadi sejak jaman Nabi Adam sampai hari kiamat nanti.

Ketika ada yang salah, sebenarnya secara naluri manusia akan mencoba untuk membenarkannya. Tapi ada juga yang sudah tahu itu salah, malah semakin disalahkan, yang benar bahkan juga cenderung disembunyikan. Dan sekarang yang sangat meresahkan hatiku adalah aku tahu bahwa diriku bersalah, lalu kau mencoba untuk membenarkan diriku yang sedang bersalah ini. Terima kasih banyak kawan. Kita memang harus saling mengingatkan bukan..!? Karena itu adalah bukti kepedulianmu padaku. Tapi ini yang menjadi pokok permasalahannya. Kadang aku merasa diperlakukan tidak adil dengan pemberian ultimatum seperti ini. Begini prosesnya, kau berbuat salah, lalu datang temanmu untuk mengingatkanmu, kemudian membenarkan. Setelah itu dia pergi.

Chotto matte! Perhatikan! Dia bela-belain datang padamu hanya untuk mengingatkan dan membenarkan tingkah lakumu yang salah itu! For Godsake! That’s an awesome friend right!? Honto ni subarashii, sugoi ne … Jika proses itu yang selalu terjadi, kau salah – temanmu datang membenarkan – lalu pergi. Terus, terus, dan terus kejadian tersebut berlangsung dalam keadaan yang lama. Ha ha~ sangat membosankan bukan? Tentu saja kau sudah memainkan peran teman yang baik. Tapi apakah kau tahu bagaimana kondisinya? Bagaimana kabarnya? Bagaimana keadaan psikologisnya di saat kau menguak kesalahannya? Doesn’t it private thing? Damn! I hate these thing! Kimochiari~ Kenapa kau tidak menanyakan hal itu terlebih dahulu sebelumnya kau menyalahkannya? Kenapa kau tidak menanyakan alasan dia sampai bisa berbuat salah? (Iiih! Kenapa-kenapa, banyak tanya lu!) Katanya temen, katanya sahabat sejati, katanya saudara yang baik, yang dasar gitu aja lu kagak ngerti, simpel – remeh temeh – masalah kecil, tapi sangat berarti bangeeetz! Yang disalahin juga gitu, kenapa tidak membela diri? Jangan mau terus-terusan disalahin dunk! Defense, defense!

Haahhh~ Ini artikel banyak nuntut salahnye ye? Serasa semua serba salah. Think positive Emse’. Harapan selalu masih ada … Maksud temanmu itu baik, mungkin dia tidak mengerti kalau keinginanmu seperti itu. Tapi bagus kan, masih ada yang mengingatkan ketika kau berbuat salah. Daripada tidak sama sekali, bisa emergency! Tandanya sudah tidak ada yang peduli lagi padamu. Sendirian itu mengerikan! Inget kata Sakurai-sensei, anata wa hitori janai – you’re not alone. Bayangkan! Jika di dunia ini para manusianya sudah tidak ada yang saling peduli dan berempati satu sama lain, what a chaos! Tapi lega sih bisa marah-marah di tulisan. Kelak, jika aku membacanya lagi 10 tahun mendatang, aku akan tertawa terbahak-bahak karena ketidakpahamanku tentang bagaimana harus memberikan perlakuan antara yang benar dan salah. Just be happy, don’t worry, mou jibbun kanggaimasho … (^_^)v